Blogger Widgets

Selamat Datang di Raka RAPerz ElephantDead

Selamat menikmati artikel-artikel unik dan menarik seputar Sains, Teknologi dan Edukasi

chat

tombol back to top

popular post ke bawah

link pelangi

marque

Raka Andika Prasetyo

bubble

Welcome to Raka RAPerz ElephantDead Blog

Welcome to Raka RAPerz ElephantDead Blog

Sunday, July 28, 2013

6 Pertanyaan di Alam Kubur (Siapkah kita menjawabnya?)


Tanya : Man Rabbuka? Siapa Tuhanmu?
Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.

Tanya : Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu?
Jawab : Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku

Tanya : Ma Dinuka? Apa agamamu?
Jawab : Al-Islamu dini. Islam agamaku

Tanya : Man Imamuka? Siapa imammu?
Jawab : Al-Qur'an Imami. Al-Qur'an Imamku

Tanya : Aina Qiblatuka? Di mana kiblatmu?
Jawab : Al-Ka'batu Qiblati. Ka'bah Qiblatku

Tanya : Man Ikhwanuka? Siapa saudaramu?
Jawab : Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani. Muslimin dan Muslimah saudaraku..

Jawabannya sangat sederhana bukan?
Tapi apakah sesederhana itukah kelak kita akan menjawabnya?

Saat tubuh terbaring sendiri di perut bumi.
Saat kegelapan menghentak ketakutan.
Saat tubuh menggigil gemetaran.
Saat tiada lagi yang mampu jadi penolong.

Ya, tak akan pernah ada seorangpun yang mampu menolong kita.
Selain amal kebaikan yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.

Astaghfirullahal 'Adzim..
Ampunilah kami Ya Allah..
Kami hanyalah hamba-Mu yang berlumur dosa dan maksiat..
Sangat hina diri kami ini di hadapan-Mu..
Tidak pantas rasanya kami meminta dan selalu meminta maghfirah-Mu..
Sementara kami selalu melanggar larangan-Mu..

Ya Allah...
Izinkan kami untuk senantiasa bersimpuh memohon maghfirah dan rahmat-Mu..
Tunjukkanlah kami jalan terang menuju cahaya-Mu..
Tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus.
Agar kami tidak sesat dan tersesatkan...


Sumber: Meme Islam Indonesia

Sunday, July 14, 2013

Kentut Sapi Penyebab Pemanasan Global?



Ternyata kentut sapi ikut menyumbang emisi gas yang menghasilkan green house effect (efek rumah kaca), bagaimana bisa? Menurut para ahli, sistem pencernaan sapi yang lambat ternyata menjadi jawaban atas pertanyaan mengapa binatang itu menghasilkan banyak gas metana. Gas metana itu juga banyak terkandung dalam kentut. Nah, ternyata gas metana juga potensial menghasilkan efek rumah kaca, sama seperti korbon dioksida. Dalam upaya memahami dampak dari “angin surga” yang dihasilkan oleh sapi-sapi terhadap pemanasan global, para ahli kemudian mengumpulkan gas yang berasal dari dalam perut sapi. Gas itu dimasukkan ke dalam tangki plastik yang ditaruh di atas punggung binatang memamah biak ini. Peneliti dari Argentina menemukan fakta bahwa gas metana dari sapi menyumbang lebih dari 30% total emisi yang menyebabkan efekrumah kaca negara itu. Sebagai salah satu negara penghasil daging sapi terbesar di dunia, Argentina mempunyai lebih dari 55 juta ekor sapi yang merumput di Pampas. Guillermo Berr, seorang peneliti dari Institut Nasional Teknologi Agrikultur mengatakan bahwa setiap sapi memproduksi 8000 sampai 1,000 liter emisi setiap hari. Metana, yang juga dihasilkan oleh tempat pembuangan sampah, tambang batubara dan pipa gas yang bocor, ternyata 23 kali lebih efektif dalam menjerat panas di atmosfer daripada karbon dioksida. Para peneliti di Argentina sekarang sedang melakukan percobaan diet untuk sapi-sapi itu untuk memperbaiki sistem pencernaan dan diharapkan menurunkan suhu di bumi. Ah, gara-gara pemanasan global, kentut sapi pun dimasukkan ke dalam tanki plastik.

Kisah Inspiratif "Hakim Berhati Mulia"


Di ruang sidang pengadilan,
seorang hakim duduk
tercenung menyimak tuntutan
jaksa PU terhadap
seorang nenek yang dituduh
mencuri singkong.
seorang nenek yang dituduh
mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa
hidupnya miskin, anak
lelakinya sakit, dan cucunya
kelaparan. Namun
seorang laki yang merupakan
manajer dari PT yang memiliki perkebunan
singkong tersebut tetap
pada tuntutannya, dengan alasan
agar menjadi contoh
bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan
saya, bu”, katanya sambil
memandang nenek itu.
”Saya tak dapat membuat
pengecualian hukum,
hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum.

Saya mendenda anda Rp 1 juta
dan jika anda tidak
mampu bayar maka anda
harus masuk penjara
2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.

Nenek itu tertunduk lesu,
hatinya remuk redam.
Namun tiba-tiba hakim
mencopot topi toganya,
membuka dompetnya kemudian mengambil &
memasukkan uang Rp 1 juta
ke topi toganya serta
berkata kepada hadirin yang
berada di ruang
sidang.

‘Saya atas nama pengadilan,
juga menjatuhkan
denda kepada tiap orang yang
hadir di ruang
sidang ini, sebesar Rp 50 ribu,
karena menetap di kota ini, dan membiarkan
seseorang kelaparan
sampai harus mencuri untuk
memberi makan
cucunya.

"Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya
dalam topi toga saya ini lalu
berikan semua
hasilnya kepada terdakwa.”
sebelum palu diketuk nenek
itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp
3,5 juta dan
sebagian telah dibayarkan
kepanitera pengadilan
untuk membayar dendanya,
setelah itu dia pulang dengan wajah penuh
kebahagian dan haru dengan
membawa sisa uang termasuk
uang Rp 50 ribu
yang dibayarkan oleh manajer
PT yang menuntutnya.

Semoga di indonesia banyak
hakim-hakim yang
berhati mulia seperti ini.
Sungguh sayang kisahnya
luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik.