Blogger Widgets

chat

tombol back to top

popular post ke bawah

link pelangi

marque

Raka Andika Prasetyo

bubble

Welcome to Raka RAPerz ElephantDead Blog

Welcome to Raka RAPerz ElephantDead Blog

Thursday, February 21, 2013

Energi Untuk Penerbangan


Roket saat lepas landas

Terbang dan tinggal di angkasa memerlukan banyak energi. Tahukah kamu? Sebelum pesawat terbang diciptakan, beberapa orang mencoba terbang dengan memasang sayap di tubuhnya dan mengepakkannya. Akan tetapi, usaha ini mengalami kegagalan karena manusia berlainan dengan burung. Otot manusia tidak cukup kuat untuk mempertahankan kedudukannya di udara.
          Setelah tidak berhasil terbang dengan menggunakan sayap, timbul gagasan untuk menggunakan mesin bertenaga uap. Namun, tidak ada satu pun yang berhasil karena mesin uap tidak menghasilkan energi yang cukup kuat untuk mengangkat beratnya sendiri. Kemudian, orang membuat mesin bakar dakhil. Mesin bakar ini lebih perkasa dan efisien dibandingkan dengan beratnya sendiri. Mesin bakar dakhil pertama kali digunakan oleh Wright bersaudara untuk melakukan penerbangan bermesin pada tahun 1903.
          Tekhnologi terus berkembang hingga akhirnya manusia mampu membuat mesin jet yang lebih perkasa lagi dan menghasilkan tenaga/energi yang cukup untuk menerbangkan pesawat terbang besar. Dengan mesin ini, manusia dapat menjelajahi angkasa luar dan mengunjungi planet lain. Roket merupakan salah satu alat pembawa pesawat ruang angkasa. Roket diluncurkan dengan menggunakan bahan bakar yang menyediakan energi yang sangat besar yang diperlukan untuk melepaskan diri dari pengaruh gravitasi bumi. Banyak energi dari bahan bakar roket yang terbuang, yaitu menjadi cahaya terang dan panas yang luar biasa yang menyertai tinggal landas pesawat.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment